Senin, 27 April 2015
Harian Has - 3 Ekspresi Ketika Temen Gue Bercermin (Part Ekspresi Senyum Bidadari)
Hari ini gue banyak sekali melakukan kegiatan, kayak makan, garuk garuk kepala, tidur, ngupil, berjalan kesana kemari, turun naik ranjang, geleng-geleng kepala, mencintai wanita *Eh, ngeliat instagram, ngeliat path (yang gak ada yang gelike, emang kasian hidup gue, sedikit yang suka sama gue dan yang mau nge like kegiatan gue) sampai bercermin...
Nah kali ini gue mau ngebahas salah satu kegiatan gue yang penting tadi, yaitu Ber...rak.., eh salah bro, maaf-maaf. Maksudnya bercermin. Ada banyak ekspresi orang-orang ketika bercermin (kalau di englishin being mirrored kan ya).
Ekspresi yang menduduki urutan pertama adalah temen gue Sutono,
Sutono yang biasa dipanggil Suto atau tono atau udin ini udah 256 abad gak bercermin, jadi tapi pas dia gue kasih cermin dia bingung, dan bertanya-tanya, "ini apa? batu akik yang di manipulasi jadi tipis?".
Setelah gue jelasin panjang lebar.. dengan persamaan linier, maka si Tono mengerti dengan yang namanya cermin. Akhirnya tono mulailah bercermin, seketika setelah gue kasih itu cermin dan dia lihat ada sesosok muka manusia yang abstrak dia langsung kaget dan langsung bertanya sama gue, "itu yang didalam cermin itu siapa?".
Maka gue jawab dengan ketulusan hati dan tetes keikhlasan, "Itu eluuuu udiiinn".
Kalau ekspresi yang menduduki urutan kedua adalah Erina,
Erina adalah gebetan temen gue yang di gebet sahabat gue dan juga digebet lagi sama temen sekelas gue, dan jumlah yang menggebet Erina adalah sebanyak.... 3 orang ditambah pacarnya 1. Jadi Erina adalah pacarnya temen ( temen ganteng) gue, yang pengen di takle sama temen gue yang lain. Intinya Erina adalah Rebutan laki-laki. Temen gue yang namanya Erina ini punya ekspresi yang bisa dibilang tidak seperti manusia normal, atau mungkin normal, eh gak deh, eh normal aja deh.. Ah sudahlah. Pokoknya si Erina pas tadi gue kasi cermin dia langsung menggunakan cermin tersebut untuk selfie (karena emang hp si Erina gak ada kamera depannya) jadi dia memanfaatkan cermin untuk melihat pas atau tidaknya bidikan kamera yang ia gunakan untuk selfie. Ekspresi ini gue sebut, EKSPRESI SELFIE.
Kalau ekspresi yang menduduki urutan ketiga adalah Santy,
Sholehah, itu moto dari santy yang dijuluki wanita yang berjilbab panjang. Inilah yang disebut istri idaman (code sama semua cewe). Santy puya kepribadian yang memang rajin sholat, ngaji sehari sejus, ngucap salam terus, dan ssuka manasehati orang lain kejalan raya, eh.. jalan kebenaran. Tadi ketika gue kasih dia cermin dia langsung mengucapkan "Assalamualaikum"...
DALAM HATI GUE, aduh gue lupa ngucap salam, akhirnya karna lupa dan dia ingetin, gue bales salamnya, "Wa'alaikumussalam". Lalu gue kasih lagi tuh cermin, dan dia bilang, "buat apa?".
Gue jawab, "buat kamu, supaya kamu bisa melihat bidadari surga di cermin itu".
gak.. itu cuma di otak gue
GUe jawab, "aku mau tau gimana ekspresi kamu pas bercermin".
Langsung tanpa banyak ucapan basa basi dia mulai bercermin.
SENYUM manis, itu yang gue liat, emang bener bidadari surga itu ada...
Gue simpulin, ekspresi dari Santy adalah senyum bidadari...
Nah itu dia yang bisa gue share hari ini, trimakasih sudah membaca, semoga kalin bahagia :)
Nah kali ini gue mau ngebahas salah satu kegiatan gue yang penting tadi, yaitu Ber...rak.., eh salah bro, maaf-maaf. Maksudnya bercermin. Ada banyak ekspresi orang-orang ketika bercermin (kalau di englishin being mirrored kan ya).
Ekspresi yang menduduki urutan pertama adalah temen gue Sutono,
Sutono yang biasa dipanggil Suto atau tono atau udin ini udah 256 abad gak bercermin, jadi tapi pas dia gue kasih cermin dia bingung, dan bertanya-tanya, "ini apa? batu akik yang di manipulasi jadi tipis?".Setelah gue jelasin panjang lebar.. dengan persamaan linier, maka si Tono mengerti dengan yang namanya cermin. Akhirnya tono mulailah bercermin, seketika setelah gue kasih itu cermin dan dia lihat ada sesosok muka manusia yang abstrak dia langsung kaget dan langsung bertanya sama gue, "itu yang didalam cermin itu siapa?".
Maka gue jawab dengan ketulusan hati dan tetes keikhlasan, "Itu eluuuu udiiinn".
Kalau ekspresi yang menduduki urutan kedua adalah Erina,
Erina adalah gebetan temen gue yang di gebet sahabat gue dan juga digebet lagi sama temen sekelas gue, dan jumlah yang menggebet Erina adalah sebanyak.... 3 orang ditambah pacarnya 1. Jadi Erina adalah pacarnya temen ( temen ganteng) gue, yang pengen di takle sama temen gue yang lain. Intinya Erina adalah Rebutan laki-laki. Temen gue yang namanya Erina ini punya ekspresi yang bisa dibilang tidak seperti manusia normal, atau mungkin normal, eh gak deh, eh normal aja deh.. Ah sudahlah. Pokoknya si Erina pas tadi gue kasi cermin dia langsung menggunakan cermin tersebut untuk selfie (karena emang hp si Erina gak ada kamera depannya) jadi dia memanfaatkan cermin untuk melihat pas atau tidaknya bidikan kamera yang ia gunakan untuk selfie. Ekspresi ini gue sebut, EKSPRESI SELFIE.
Kalau ekspresi yang menduduki urutan ketiga adalah Santy,
Sholehah, itu moto dari santy yang dijuluki wanita yang berjilbab panjang. Inilah yang disebut istri idaman (code sama semua cewe). Santy puya kepribadian yang memang rajin sholat, ngaji sehari sejus, ngucap salam terus, dan ssuka manasehati orang lain kejalan raya, eh.. jalan kebenaran. Tadi ketika gue kasih dia cermin dia langsung mengucapkan "Assalamualaikum"...DALAM HATI GUE, aduh gue lupa ngucap salam, akhirnya karna lupa dan dia ingetin, gue bales salamnya, "Wa'alaikumussalam". Lalu gue kasih lagi tuh cermin, dan dia bilang, "buat apa?".
Gue jawab, "buat kamu, supaya kamu bisa melihat bidadari surga di cermin itu".
gak.. itu cuma di otak gue
GUe jawab, "aku mau tau gimana ekspresi kamu pas bercermin".
Langsung tanpa banyak ucapan basa basi dia mulai bercermin.
SENYUM manis, itu yang gue liat, emang bener bidadari surga itu ada...
Gue simpulin, ekspresi dari Santy adalah senyum bidadari...
Nah itu dia yang bisa gue share hari ini, trimakasih sudah membaca, semoga kalin bahagia :)
Minggu, 26 April 2015
Harian Has - Harus Membaca
Harus membaca, kenapa judulnya harus membaca. Hayo kenapa (bicara sama laptop).
Eh laptopnya jawab, "karena... wanita ingin dimengerti". (laptopnya lagi muter lagu Ada band)
Itulah yang gue sadari, bahwa dulu gue gak terlalu suka membaca yang jadinya gue terbata-bata untuk menulis. Sekarang setelah gue berobat di klinik tong pang Apaan sih... abis gue membaca buku-baca buku, inspirasi mulai bermunculan, kalau kalian pengen jadi penulis komdei yang kreatif, baca buku-buku yang berbau komedi, terus kalau suka menginspirasi orang lain, baca buku yang menginspirasi, kalau mau masuk surga baca Al-Qur'an :)
Eh laptopnya jawab, "karena... wanita ingin dimengerti". (laptopnya lagi muter lagu Ada band)
Dulu gue sering kebingungan kenapa ketika gue pengen banget nulis kayak mereka-mereka penulis yang jago selalu gak bisa, selalu terkendala, kayak gabisa berkata-kata. Sejenis terdiam ketika berhadapan sama cewe cantik dan kita disuruh ngomong. Kayak begitulah rasanya kalau mau nulis pas dulu. Tapi sekarang sama aja sih kayak gitu juga, tapi sekarang lebih kurang daripada pas waktu dulu, kalau dulu gue punya ide, tapi gak bisa ngejabarinnya tapi sekarang kalau ada ide bisalah sedikit-sedikit ngejabarinnya. Ternyata rahasia dibalik keterbata-bataan itu ada pada seberapa banyak pengetahuan kita. Semakin sedikit pengetahuan kita, semakin kurang pula kosa-kata dan ide yang kita miliki. Sebaliknya, kalau pengetahuan sudah banyak, ide mudah muncul dan kata-kata secara otomatis kaya mesin tik yang menulis sendiri. Pengetahuan ini bisa kita dapat dari pengalaman kayak jalan-jalan atau nongkrong sama temen trus ngedengerin omongan mereka, atau lihat televisi yang mengedukasi dan menginspirasi bukan yang mengkonspirasi dan mengimitasi serta mengalisasi apasih... Juga, bisa di dapat dari menbaca, membaca ini adalah metode paling cepat dan mudah untuk mendapatkan pengetahuan, ibarat sebuah aplikasi komputer kalian hanya mengklik-klik tombol A, B, C, ENTER dan lain-lain, gak lagi harus memasukkan angka 0100010100111 yang merupakan bahasa komputer. Buku adalah curahan pemikiran penulis yang biasanya sudah melakukan hal yang ditulisnya atau menghayalkan apa yang ditulisnya, biasanya ia melakukan waktu lama untuk menuangkan tulisannya, atau bisa dikatakan diperlukan pengalaman untuk menulis suatu hal yang baru. Beda sama memperbaharui atau memodifikasi. Memodifikasi biasanya terinspirasi dari bacaan yang ia baca (kayak gue) yang selanjutnya dijabarin lagi berupa versi baru yang memiliki rupa baru, padahal intinya sama, kalau diistilahin ke BBM itu kayak premium dan pertamax, sama-sama bahan bakar, tapi memiliki kwalitas yang beda.
Harus membaca
Semua orang meliliki hidup, memiliki jasad, dan memiliki keinginan, tetapi tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Misalkan temen kita bisa ke Jepang, sedangkan kita kejakarta aja gak bisa, mungkin karna faktor waktu, uang, keadaan yang membuat kita gak bisa. Tetapi lewat membaca kita bisa melihat apa yang ada di seluruh dunia dengan membaca kita bisa membayangkan bagaimana dan apa yang terdapat di suatu tempat. Bahkan kita bisa merasakan suasana sebuah tempat dengan membaca, dan bahkan lagi kita bisa membayangkan sebuah tempat yang sebenarnya tidak ada di dunia ini. Itulah hebatnya membaca.
Harus membaca
Itulah yang gue sadari, bahwa dulu gue gak terlalu suka membaca yang jadinya gue terbata-bata untuk menulis. Sekarang setelah gue berobat di klinik tong pang Apaan sih... abis gue membaca buku-baca buku, inspirasi mulai bermunculan, kalau kalian pengen jadi penulis komdei yang kreatif, baca buku-buku yang berbau komedi, terus kalau suka menginspirasi orang lain, baca buku yang menginspirasi, kalau mau masuk surga baca Al-Qur'an :)
FAKTA : Sebuah penelitian terbaru terungkap bahwa bagi yang hobi membaca dapat menjadikan seseorang hidup lebih lama dan lebih sehat dari sebelumnya. Berikut ini beberapa manfaat kesehatan yang diperoleh dari kebiasaan membaca buku.
Kamis, 23 April 2015
Blog Terakhir Gue
Semoga aja ini jadi blog terakhir gue,
karena udah banyak sekali banget blog yang udah gue buat. Dimulai dari blog yang disediain oleh blogspot, kemudian wordpress, lalu dilanjutin ke wix, terus sampe lagi balik ke blog ini. Semuanya yang gue rasain sama, rasa awalnya gue semangat dan rasa selanjutnya gue malas begutu berulang-ulang. Udah banyak banget yang gue baca biar gue semangat bikin blog tapi akhirnya juga sama,
semangat - bikin blog - bikin tulisan - blognya nganggur - blognya jamuran - bosan sama blognya - hapus - bikin lagi - tulis lagi tulisan baru
Gitu sampai berulang-ulang, mungkin sudah 100 kali gue ulang, sejenis kayak siklus daur hidup yang gue pernah pelajarin di SMP dan SMA. Atau jangan-jangan gara-gara gue belajar biologi pola pikir gue jadi berulang ulang?
hem bisa jadi, tapi absurt banget kalau itu alasannya.
Alasan yang paling masuk akal bagi gue adalah MALAS, semua masalah yang sebenarnya solusinya mudah bakal jadi rumit karena sebuah makhluk yang dinamakan malas ini. Didalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata malas ini dibilang kayak gini :
malas/ma·las/ a 1 tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu
Hanya ada dua artian yaitu, tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu yang sebenernya hanya satu arti. Tapi bagi gue, banyak banget arti dari malas ini, pokonya semua keburukan pasti bersumber dari kata malas ini. Contoh aja Koruptor,
Kenapa koruptor mengambil uang rakyat?
Supaya cepat kaya....
Padahal kan gajih mereka lumayan besar?
Karena mereka malas menunggu lama untuk ngumpulin uang hingga
bertahun-tahun. Mending korupsi, uang langsung jatoh dari langit....
Nah, malas ini yang mulai sekarang gue kurangin, karena memang tidak bisa langsung dihilangkan. Sedikit demi sedikit, dimulai dari kedisiplinan gue buat nulis blog ini, gue akan usahain sebisa mungkin untuk menulis artikel tentang cerita kehidupan gue, apa yang baru di bincangin di TV, dan yang lainnya yang seru-seru supaya pembaca merasa senang, bukan gue aja yang senang, tapi gue juga utamain pembaca walau gue gak dibayar, tapi gue tau ada balasan terhadap sesuatu yang kita lakukan, kayak rumus fisika, jika da aksi pasti ada reaksi. Jika gue membuat orang senang, pasti tuhan bakal ngasih kesenangan buat gue berupa sesuatu dilain hari. Cukup sekian tentang blog yang gu sebut titik balik ini. Assalamualaikum Wr.. Wb.. Sekalian ya Assalamualaikumnya buat pembukaan diatas, tadi lupa. Dahh...
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

